Pages

Selasa, 28 Oktober 2014

Reassurance

REASSURANCE
Keterampilan
Definisi
Tujuan
Modalita
Contoh Aplikasi
Reassurance (penguatan atau dukungan) terdiri atas :
·         Prediction reassurance
·         Postidion ressauarance
·         Factual ressaurance

Keterampilan yang dipakai oleh konselor untuk memberikan dukungan/penguatan terhadap pernyataan positif klien.
1.      Agar klien menjadi lebih yakin dan percaya diri terhadap keputusan yang telah diambil,
2.       Agar klien dapat lebih tabah dan tegar dalam menghadapi situasi atau hal-hal yang tidak menyenangkan bagi dirinya.
1.      Prediction reassurance(diawali approval reassurance) lalu dilanjutkan dengan kata: jika-maka, apabila-sehingga,tidak mustahil..., bila-sehingga, tidak menutup kemungkinan.
2.    Postdiction reassurance: setelah…, atas usaha yang telah Anda lakukan, dengan upaya yang telah Anda lakukan…
3.    Factual reassurance: sudah pasti…, sudah barang tentu…
Jenis Approval reassurance: bagus sekali, baik sekali, luar biasa, dan lain sebagainya.
Prediction reassurance :
Klien: “Bu, saya bingung. Harus bagaimana lagi akhir-akhir ini nilai ulangan saya jelek bu. Malah kadang mengulang, padahal saya sudah berusaha semaksimal mungkin bu saya sudah belajar sungguh-sungguh tapi hasilnya tetap saja tidak sesuai dengan keinginan saya.”.
Konselor: “Bagus sekali jika Anda sudah berusaha untuk belajar sungguh-sungguh secara terus menerus tidak mustahil nilai anda akan memuaskan”.
Postdicition reassurance :
Klien : “Bu, saya beberapa hari yang lalu benar-benar merasa sendiri bu. Sahabat yang selama ini dekat dengan saya menjauh bu hanya gara-gara saya dianggap penyebab putusnya hubungannya dengan pacarnya. Padahal saya dekat saja tidak bu, mungkin gara-gara kesalah pahaman waktu itu pacarnya ke kosan mengantarkan titipan untuk dia eh saya malah dikira merebutnya bu. Untunglah bu dia bisa menerima alasan saya dan mau berhubungan dengan saya lagi walaupun belum sedekat dulu.
Konselor : “Bagus..bagus..,  setalah anda berusaha menjelaskan kepada sahabat anda tentang kesalah pahaman tersebut ternyata sahabat anda mau berhubungan dengan anda lagi. “
Factual Reassurance :
Klien : “ Bu, saya mempunyai sahabat sejak SD yang mana dia pintar, cantik dan pendiam  bu. Tapi saya kaget bu kemarin saya di beri tahu bapak saya kalau dia hamil diluar nikah padahal dia sangat pendiam bu.”
Konselor : “ Iya, anda yang menjadi sahabatnya sejak kecil sudah pasti kaget ya mendengar berita sahabat anda yang pendiam, pintar , alim hamil diluar nikah.”






Leading and Silence

LEADING DAN SILENCE
Keterampilan
Definisi
Tujuan
Modalita
Contoh Aplikasi
Leading (pengarahan)
Keterampilan konselor untuk mengarahkan pembicaraan klien dari satu hal ke hal yang lain secara langsung dan dengan menggunakan kalimat tanya.
1.      Untuk mendorong klien dalam merespon pembicaraan terutama pada awal-awal pertemuan
2.      Mengeksplorasi isi pembicaraan klien dengan faktor-faktor lain yang signifikan.
Lead khusus: apa…?, apakah…?, siapa…?, dimana…?
Lead umum: bagaimanakah…?, coba jelaskan…?, coba ceritakan…?
Lead Khusus :
Klien : “ Bu, saya punya pacar, kita sudah pacaran lama bu tapi dia masih saja cuek? “
Konselor : “ Berpa lama anda pacaran dengan dia? “
Lead Umum :
Klien: “Bu, saya punya masalah dengan teman dekat saya bu? “.
Konselor: “Coba jelaskan kepada  apa masalah anda dengan teman anda?”

Silence (diam)
Keterampilan konselor untuk menciptakan suasana hening dan tidak ada interaksi verbal antara konselor dengan klien dalam proses konseling.
1.      Memberikan kesempatan pada klien untuk istirahat atau mereorganisasi pikiran dan perasaannya atau mereorganisasi kalimat yang akan dikemukakan selanjutnya.  
2.       Mendorong klien atau memotivasi klien untuk mencapai tujuan konseling.
Diam untuk memberikan kesempatan pada klien untuk istirahat sejenak setelah menumpahkan perasaannya
Silince dari Konselor :
Klien: “Bu, bisa gila saya nanti bu kalau seperti ini terus. Ini tagihan rekening listrik menumpuk bu..
Konselor: “(diam untuk memberikan kesempatan agar klien dapat istirahat sejenak setelah menumpahkan perasaannya)”.
Slince dari Konseli :
Klien : ”(datang langsung duduk,diam)”
Ko’n : (tersenyum untuk membuka pembicaraan) anda mempunyai masalah? Kok datang-datang diam?”
Klien : “ tetap diam”



Structuring

STRUCTURING
Keterampilan
Definisi
Tujuan
Modalita
Contoh Aplikasi
Structuring (pembatasan) terdiri dari:
·   Time limit
·   Role limit
·   Problem limit
·   Action limit
Teknik yang digunakan konselor untuk memberikan batas-batas atau pembatasan dalam proses konseling.
1.      Agar proses konseling dapat berjalan sesuai dengan apa yang menjadi tujuan dalam konseling.
2.      Agar terjalin persamaan pandangan antara konselor dengan klien.
3.       Klien menjadi siap dalam proses konseling.
Role limit: 
1.      Menurut pemahaman saya tentang konseling
Time limit, role limit, Action Limit:
1.      Untuk memperlancar proses konseling…,
2.      Perlu diketahui bahwa... Problem Limit:
1.      Dalam masalah yang Anda kemukakan tadi terdapat…
Time  limit dari Konselor :
Klien: “Bu, sekarang ini saya sedang memiliki masalah dengan Ibu saya di rumah. Saya ingin membicarakan hal ini pada Ibu. Sebab masalah saya dengan Ibu saya di rumah sudah mengganggu konsentrasi belajar saya di sekolah”.
Konselor: “Baguslah, Anda datang kemari untuk membicarakan masalah Anda pada saya, akan tetapi perlu diketahui bahwa kita hanya mempunyai waktu 45 menit untuk membicarakan masalah ini, sebab nanti jam 11.00 Ibu ada jam mengajar di kelas. Oleh sebab itu, marilah kita manfaatkan waktu yang singkat ini dengan sebaik-baiknya”.


Role Limit :
Klien : “ Bu, saya bingung bercerita dengan siapa lagi? Masalah di kelas gara-gara uang khas hilang itu bagaimana bu? Saya tidak mencurinya, tapi saya dituduh mencuri bu..Tolong selesaikan masalah saya bu..
Konselor : Iya, saya dapat memahami perasaan anda. Tapi perlu anda ketahui bahwa saya tidak dapat menyelesaikan masalah anda, tetapi marilah kita bicarakan bersama masalah anda itu kemudia kita cari jalan keluarnya bersama-sama.
Problem Limit :
Klien : “ Bu, saya galau. Disaat mau ujian semesteran seperti ini pacar saya memutuskan saya sampai-samapi saya malas belajar bu. Selain itu uang SPP belun lunas padahal mau ujian bu, eh bu di tambah saya menghilangkan uang iuran bu. Saya harus bagaimana bu? “
Konselor : “ dalam masalah  yang anda kemukakan  tadi setidaknya ada tiga masalah yaitu masalah pribadi anda yang putus dengan pacar anda, uang SPP belum dilunas padahal mau ujian, dan masalah menghilangkan uang. Nah dari masalah ketiga tersebut mana yang mendesak untuk dibicarkan terlebih dahulu?”
Action Limit :
Klien : “ Bu, saya putus dengan pacar saya bu. Saya tidak mau bu putus sma dia..(sambil menangis kencang0
Konselor : “ Iya, tenang-tenang anda boleh bercerita apa saja disini, tetapi satu hal ya untuk memperlancar proses konselig boleh menangis terlalu kencang disamping sedang ada kegiatan belajar mengajar”



Jumat, 10 Oktober 2014

REFLECTION OF FELLING

Keterampilan
Definisi
Tujuan
Modalita
Contoh Aplikasi
Reflection of feeling (pemantulan perasaan)
Keterampilan yang digunakan oleh konselor untuk memantulkan perasaan atau sikap yang terkandung dibalik pernyataan klien.
1.      Membantu klien memahami perasaannya,
2.       Mendorong klien agar lebih banyak mengekspresikan perasaannya,
3.      Membantu klien menata atau mengatur perasaannya,
4.       Membantu klien membedakan intensitas berbagai perasaan yang ada dalam dirinya.
Respon refleksi secara visual:
1.      Nampaknya Andai…,
2.       Sepertinya Anda…
Respon refleksi secara auditori:

3.      Kedengarannya Anda…,
4.      Saya mendengar bahwa Anda…
Respon refleksi secara kinestetik:  1. Saya dapat memahami…,

2. Anda sedang…
Klien: “ Saya heran murid-murid sekarang, diberi PR tidak mengerjakan, ulangan nilai jelek semua, suruh presentasi laporan kelompok tidak bisa tidak seperti dulu pada waktu jaman saya. Dulu saya paling tertib, mengerjekan PR tepat waktu, ulangan tidak remidi. Beda dengan zaman dulu.  Konselor: “Kedengarannya anda  sangat kecewa sekali ya”.

RESTATEMENT DAN PARAFRASE

Keterampilan
Definisi
Tujuan
Modalita
Contoh Aplikasi
Restatement (pengulangan)
Keterampilan yang digunakan oleh konselor untuk mengulang atau menyatakan kembali pernyataan klien yang dianggap penting.
Menemukan kembali inti dari masalah yang disampaikan oleh klien.
Pengulangan kata ex: tidak perhatian
Klien: “Bu, saya bingung dengan pacar saya bu, dia tidak pernah sms saya,telfon jarang, dia jarang memperhatikan saya bu”
Konselor: “Pacarmu jarang perhatian?”
Paraprashing (parafrase)
Keterampilan konselor untuk menggunakan kata-kata dalam menyatakan kembali esensi dari ucapan-ucapan klien.
Memberi arahan jalannya wawancara konseling dan menyatakan kembali ungkapan klien.
1.      Nampaknya yang Anda kaatkan …,
2.      Jjika Anda berpikiran bahwa Anda…,
3.       Menurut Anda…,
4.      Anda mengatakan bahwa Anda.....
Klien: “Saya bingung bu. Teman kos saya semuanya menjauhi saya, saya bertengkar dengan teman sekamar saya, pacar saya mendiamkan saya bu dan yang lebih parah lagi orang tua sayapun juga cuek sama saya bu..”
Konselor: “Jika anda berfikiran bahwa semuanya menjauhi anda dari teman kos anda, anda bertengkar dengan teman sekamar anda, dan orang tua andapun tidak perhatian dengan anda”

ATTENDING, OPENING (PEMBUKAAN), ACCEPTENCE (PENERIMAAN)

Keterampilan
Definisi
Tujuan
Modalita
Contoh Aplikasi
Attending (perhatian)
Keterampilan yang harus dimiliki oleh konselor untuk memusatkan perhatiannya kepada klien.
Ø  Agar klien merasa dihargai, nyaman, dan tercipta suasana yang kondusif dalam mengungkapkan pikiran atau perasaan yang dialaminya.
v Posisi duduk menghadap klien,
v  Melihat klien ketika berbicara,
v Mendengarkan segala hal yang disampaikan oleh klien.
Klien: “Pak, saya bingung  akhir-akhir ini nilai ulangan saya sering turun karena….”
Konselor: “(tetap memandang, mendengarkan, dan merespon apa yang disampaikan oleh klien)”
Opening (pembukaan)
Keterampilan yang harus dimiliki oleh konselor untuk membuka ataupun memulai komunikasi/hubungan dalam proses konseling.
Membina rapport dan untuk memperoleh kepercayaan dari klien.
v Mempersilahkan duduk,
v Membukakan pintu ruang konseling,
v Dan memberi atau menjawab salam.
Klien: “Assalamu’alaikum bu. (sambil membuka pintu ruang konseling)”.
“Konselor: Wa’alaikumsalam (senyum), silahkan duduk dik”.
Klien: (duduk)
Konselor: “Ibu dengar kemarin juara 1 lomba debat mahasiwa ya?”
Klien: “Iya bu, alhamdulilah bisa juara 1 bu”.
Konselor: “Waah,hebat ya kamu dipertahnkan itu prestasinya”
Tapi nampaknya kamu kelihatan murung, apakah ada suatu hal yang ingin kamu bicarakan sama Ibu?”
Acceptance (penerimaan)
Keterampilan yang harus dimiliki oleh konselor untuk menunjukkan minat atau suatu ketertarikan dan pemahaman terhadap hal-hal yang dikemukakan oleh kliennya.
Jika konselor dapat menerima kliennya, maka tujuan dari penerimaan ini yaitu agar klien dapat merasa tenang, nyaman, dan merasa dihargai selama proses konseling itu berlangsung.
Modalita ada 2 jenis :
v Verbal:    
1.      oh….ya, kemudian/lalu,
2.      ya….ya,
3.      hem…,
4.      saya memahami,
5.       saya dapat mengerti, dan lain sebagainya.



v  Non-verbal:  1. Anggukan kepala 2. Memelihara kontak mata            3. Posisi duduk condong ke depan dan lain sebagainya.
Klien: “Bu, kemarin saya bertengkar dengan sahabat saya bu..”.
Konselor: “Saya dapat memahami, memang ada masalah apa?”
Klien: “Ceritanya panjang bu,kemarin saya habis pinjam bukunya…….”
Konselor: “(memperhatikan sambil memelihara kontak mata dan posisi duduk condong ke depan)”.